Penduduk dunia semakin kacau bilau, semakin jauh dibawah arus, kerakusan..., ketamakkan....dan bermacam lagi....Adakah ini semua berpunca dari sifat nafsu?? Nafsu punya angkara, akal fikiran manusia pula dirosaknya. Cerdik pandai pula dibodohnya, bahkan ditipunya...Badanlah yang akan terima risiko akibat kehendak-kehendak dan tuntutan kemahuan nafsu. Mudarat dan memudaratkan, rosak dan merosakkan...... WaAllahuaalam bissawab...
Apabila nafsu amarah bermaharajalela buruklah akibatnya... marilah berusaha untuk mempertingkatkan diri kita agar kehidupan kita diredhaai olih yg Maha Suci Allah. Buanglah satu persatu sifat sifat yg keji itu jauh dari kehidupan kita seharian. Sememangnya kita manusia biasa yg lemah, dhaif dan jahil...tapi perlulah kita mempertingkatkan diri agar kita mendapat keredhaa Maha Suci Allah, perlulah berusaha utk membetulkan kekurangan pada diri kita. Buatlah yang terbaik disisi pandangan Allah. Kalau tak kita mulai bila lagi? Dah tua ? Ataupun nanti Allah memaksa diri untuk melakukanya?.......WaAllahuaalam bissawab...fikirkanlah...
Hati adalah bagian penting dari manusia yang tetap berfungsi sejak hidup didunia sampai terus di akhirat kelak. Fungsi hati tidak berhenti atau putus akibat datangnya kematian. Bagian tubuh lain seperti mata, telinga, otak dan seluruh tubuh tidak berfungsi setelah datangnya kematian. Hatilah akan dipertanggungjawapkan nanti. Disaksikan olih Mata, telinga, tangan, kaki dll... Hati yang jernih dan bersih akan membawa kita pada kehidupan yang sejahtera dan kekal selamanya di sisi Allah baik didunia maupun diakhirat.
Dunia ini hanyalah sementara.....utk dinikmati...nikmatilah dengan sebaiknya, buatlah yang the best of the best......Bayangkan apabila Allah menarik nikmat mata...apa yang bisa kita bolih buat kalau tak bisa melihat dengan pandangan mata kasar kita...gelap gulita...., hidung....tak bernafas....degupan jantung terhenti...mati...banyak lagi....tak terbilang banyaknya...
"Dan kalau kamu hitung nikmat allah, niscaya tidak dapat kamumenghitungnya." (Surah Al Nahl 16:18)
"Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan) dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya." (Surah An 'Ankabuut29 :69)
InsyaAllah, lama kelamaan tercapai jua, berjaya membuang nafsu amarah, naik lagi kesatu peringkat iaitu nafsu lawwamah dan seterusnya...berusaha dan berdoalah pada Allah yg Maha Pengampun. Ubah dan mempertingkatkan diri dengan seikhlasnya kerna Lillahi ta'ala. Ikhlas melakukan secara spontan dan tanpa rungutan tanpa alasan yang lain tapi kerna Allah..Lillahi Ta 'ala. Lakukan samada dgn mendadak atau satu persatu, kita buangkan yang tak bermanfaat itu. InsyaAllah akan berhasil dengan izin Allah yang Maha Pemurah.. Mohonlah pada Allah yg Maha Penyayang agar Kita selalu dilindunginya dan diberikan hidayah dan petunjuk utk mendekatkan diri pada yang Maha ESa. Demi kerna Maha Suci Allah, Aku hanya memberikan peringatan pada diriku sendiri dan berpesan pesan pada sahabat sahabat yang inginkan mengorak langkah menuju kedamaian hati dan ketenangan jiwa, mencari keredhaan Allah yang Maha Esa.....
================================================
Note: Maaf, tentunya ramai yang dah tahu dan arif tentang bab Nafsu. Saya hanya coretkan 3 peringkat saja untuk direnungkan dan difikirkan samada kita masih lagi disitu. Alhamdulillah kalau sudah mencapai keperingkat nafsu kamaliah....saya masih lagi belajar kalau saya silap maafkan dan harap diperbetulkan..terima kasih
Nafsu ammarah:
Nafsu ini mendorong manusia melakukan kejahatan. Jika berhasil melakukan perbuatan maksiat, barulah terasa puas. Manusia condong pada hasrat dan kenikmatan dunia. Minatnya tertuju pada pemeliharaan tubuh, kenikmatan selera-selera jasmani dan ego, sombong, fitnah, dusta, marah dan banyak lagi. Manusia berlomba-lomba dalam perbuatan maksiat. Seseorang yang berada di peringkat nafsu ammarah tidak peduli dengan Akhirat. Yang penting kita tinggal didunia, dunia come first, akhirat nanti bolih cakap. begitulah cara nafsu bermaharajalela..dan ingin mentakbir penghidupan diri kita. Walaupun ada juga yang mencoba berpura-pura menjadi baik tapi kebaikan itu bertujuan untuk memudahkannya melakukan kejahatan dan mencari keuntungan pribadi. Nauzubillah min zalik
Nafsu Lawwamah
Seseorang yang sudah memiliki kesadaran dan keinsafan akan menyadari bahwa kejahatan itu dosa dan kebaikan itu pahala. Ia ingin berbuat kebaikan tetapi tidak tahan lama. Ketika jatuh dalam kejahatan, ia merasa resah tak tentu arah. Walaupun merasa puas dengan kejahatan tapi hati menderita karena perbuatan itu. Meskipun begitu, terasa sangat berat untuk keluar dari kejahatan. Terjadi perebutan pengaruh antara nafsu dan hati dan akal di dalam dirinya. Nafsu mengajak kepada kejahatan sedangkan akal dan hati mengajak kepada kebaikan.......Nauzubillah min zalik
Nafsu Mulhamah
Seseorang yang berada di peringkat ini masih merasa berat ketika akan berbuat amal kebaikan. Jadi ia melakukan amal kebaikan dalam keadaan bermujahadah. Ia sanggup bermujahadah karena sudah mulai dapat merasa takut akan kemurkaan Allah dan neraka. Seseorang yang memiliki nafsu mulhamah, di dalam hatinya masih banyak mazmumah atau sifat-sifat buruk. Tapi ia sudah dapat mengenali penyakit-penyakit hati yang ada dalam dirinya, hanya saja belum sanggup melawannya. Ia mencoba beribadah dengan sabar.
Amal kebajikan yang dilakukan karena Allah, bukan karena manusia, insyaAllah amal kebaikan itu akan istiqomah. Jika amal kebaikan dilakukan karena orang lain atau karena guru, hal itu tidak akan bertahan lama. Kita hanya akan melakukannya ketika ada orang lain atau ketika ada guru saja. Jadi setiap kebajikan harus dilakukan karena Allah Lillahi Ta'ala.
Nafsu Mutmainnah
Iaitu nafsu yang tenang. Sentiasa akur dan taat pada Maha Suci Allah, dalam semua perkara..... Tuannya pula sering merujuk panduan (syariat Islam yang Allah telah sediakan) di dalam memandu kehidupannya sehari-hari sementara menunggu saat dijemput kembali mengadap yang Maha Pencipta (dirinya dan nafsunya).
Adalagi... tapi cukuplah setakat ini pada yang baru nak mulakan mempertingkatkan diri dan untuk revise semula, agar tak jemu dan membosan kita menghadapinya...dan tak juga stress dan tension...semuanya nak... buatnya belum tentu...Perlulah untuk kita bermuhasabah diri, dimana hendak bermula, dimana hendak kita memperbaiki diri. Mohonlah pada Allah, berdoalah pada Maha Suci Allah agar memberikan petunjuk.....Jangan sampai nafsu bertahta dan nafsu mempengaruhi keperibadian kita...Semoga bermanfaat...Hanya Allah saja yang Maha Mengetahui apa saja niat dihati...Allahu Akhbar....SubhanaAllah....selawat dan salam pada junjungan Nabi, Rasulullah s.a.w. Amin...
Apabila nafsu amarah bermaharajalela buruklah akibatnya... marilah berusaha untuk mempertingkatkan diri kita agar kehidupan kita diredhaai olih yg Maha Suci Allah. Buanglah satu persatu sifat sifat yg keji itu jauh dari kehidupan kita seharian. Sememangnya kita manusia biasa yg lemah, dhaif dan jahil...tapi perlulah kita mempertingkatkan diri agar kita mendapat keredhaa Maha Suci Allah, perlulah berusaha utk membetulkan kekurangan pada diri kita. Buatlah yang terbaik disisi pandangan Allah. Kalau tak kita mulai bila lagi? Dah tua ? Ataupun nanti Allah memaksa diri untuk melakukanya?.......WaAllahuaalam bissawab...fikirkanlah...
Hati adalah bagian penting dari manusia yang tetap berfungsi sejak hidup didunia sampai terus di akhirat kelak. Fungsi hati tidak berhenti atau putus akibat datangnya kematian. Bagian tubuh lain seperti mata, telinga, otak dan seluruh tubuh tidak berfungsi setelah datangnya kematian. Hatilah akan dipertanggungjawapkan nanti. Disaksikan olih Mata, telinga, tangan, kaki dll... Hati yang jernih dan bersih akan membawa kita pada kehidupan yang sejahtera dan kekal selamanya di sisi Allah baik didunia maupun diakhirat.
Dunia ini hanyalah sementara.....utk dinikmati...nikmatilah dengan sebaiknya, buatlah yang the best of the best......Bayangkan apabila Allah menarik nikmat mata...apa yang bisa kita bolih buat kalau tak bisa melihat dengan pandangan mata kasar kita...gelap gulita...., hidung....tak bernafas....degupan jantung terhenti...mati...banyak lagi....tak terbilang banyaknya...
"Dan kalau kamu hitung nikmat allah, niscaya tidak dapat kamumenghitungnya." (Surah Al Nahl 16:18)
"Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan) dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya." (Surah An 'Ankabuut29 :69)
InsyaAllah, lama kelamaan tercapai jua, berjaya membuang nafsu amarah, naik lagi kesatu peringkat iaitu nafsu lawwamah dan seterusnya...berusaha dan berdoalah pada Allah yg Maha Pengampun. Ubah dan mempertingkatkan diri dengan seikhlasnya kerna Lillahi ta'ala. Ikhlas melakukan secara spontan dan tanpa rungutan tanpa alasan yang lain tapi kerna Allah..Lillahi Ta 'ala. Lakukan samada dgn mendadak atau satu persatu, kita buangkan yang tak bermanfaat itu. InsyaAllah akan berhasil dengan izin Allah yang Maha Pemurah.. Mohonlah pada Allah yg Maha Penyayang agar Kita selalu dilindunginya dan diberikan hidayah dan petunjuk utk mendekatkan diri pada yang Maha ESa. Demi kerna Maha Suci Allah, Aku hanya memberikan peringatan pada diriku sendiri dan berpesan pesan pada sahabat sahabat yang inginkan mengorak langkah menuju kedamaian hati dan ketenangan jiwa, mencari keredhaan Allah yang Maha Esa.....
================================================
Note: Maaf, tentunya ramai yang dah tahu dan arif tentang bab Nafsu. Saya hanya coretkan 3 peringkat saja untuk direnungkan dan difikirkan samada kita masih lagi disitu. Alhamdulillah kalau sudah mencapai keperingkat nafsu kamaliah....saya masih lagi belajar kalau saya silap maafkan dan harap diperbetulkan..terima kasih
Nafsu ammarah:
Nafsu ini mendorong manusia melakukan kejahatan. Jika berhasil melakukan perbuatan maksiat, barulah terasa puas. Manusia condong pada hasrat dan kenikmatan dunia. Minatnya tertuju pada pemeliharaan tubuh, kenikmatan selera-selera jasmani dan ego, sombong, fitnah, dusta, marah dan banyak lagi. Manusia berlomba-lomba dalam perbuatan maksiat. Seseorang yang berada di peringkat nafsu ammarah tidak peduli dengan Akhirat. Yang penting kita tinggal didunia, dunia come first, akhirat nanti bolih cakap. begitulah cara nafsu bermaharajalela..dan ingin mentakbir penghidupan diri kita. Walaupun ada juga yang mencoba berpura-pura menjadi baik tapi kebaikan itu bertujuan untuk memudahkannya melakukan kejahatan dan mencari keuntungan pribadi. Nauzubillah min zalik
Nafsu Lawwamah
Seseorang yang sudah memiliki kesadaran dan keinsafan akan menyadari bahwa kejahatan itu dosa dan kebaikan itu pahala. Ia ingin berbuat kebaikan tetapi tidak tahan lama. Ketika jatuh dalam kejahatan, ia merasa resah tak tentu arah. Walaupun merasa puas dengan kejahatan tapi hati menderita karena perbuatan itu. Meskipun begitu, terasa sangat berat untuk keluar dari kejahatan. Terjadi perebutan pengaruh antara nafsu dan hati dan akal di dalam dirinya. Nafsu mengajak kepada kejahatan sedangkan akal dan hati mengajak kepada kebaikan.......Nauzubillah min zalik
Nafsu Mulhamah
Seseorang yang berada di peringkat ini masih merasa berat ketika akan berbuat amal kebaikan. Jadi ia melakukan amal kebaikan dalam keadaan bermujahadah. Ia sanggup bermujahadah karena sudah mulai dapat merasa takut akan kemurkaan Allah dan neraka. Seseorang yang memiliki nafsu mulhamah, di dalam hatinya masih banyak mazmumah atau sifat-sifat buruk. Tapi ia sudah dapat mengenali penyakit-penyakit hati yang ada dalam dirinya, hanya saja belum sanggup melawannya. Ia mencoba beribadah dengan sabar.
Amal kebajikan yang dilakukan karena Allah, bukan karena manusia, insyaAllah amal kebaikan itu akan istiqomah. Jika amal kebaikan dilakukan karena orang lain atau karena guru, hal itu tidak akan bertahan lama. Kita hanya akan melakukannya ketika ada orang lain atau ketika ada guru saja. Jadi setiap kebajikan harus dilakukan karena Allah Lillahi Ta'ala.
Nafsu Mutmainnah
Iaitu nafsu yang tenang. Sentiasa akur dan taat pada Maha Suci Allah, dalam semua perkara..... Tuannya pula sering merujuk panduan (syariat Islam yang Allah telah sediakan) di dalam memandu kehidupannya sehari-hari sementara menunggu saat dijemput kembali mengadap yang Maha Pencipta (dirinya dan nafsunya).
Adalagi... tapi cukuplah setakat ini pada yang baru nak mulakan mempertingkatkan diri dan untuk revise semula, agar tak jemu dan membosan kita menghadapinya...dan tak juga stress dan tension...semuanya nak... buatnya belum tentu...Perlulah untuk kita bermuhasabah diri, dimana hendak bermula, dimana hendak kita memperbaiki diri. Mohonlah pada Allah, berdoalah pada Maha Suci Allah agar memberikan petunjuk.....Jangan sampai nafsu bertahta dan nafsu mempengaruhi keperibadian kita...Semoga bermanfaat...Hanya Allah saja yang Maha Mengetahui apa saja niat dihati...Allahu Akhbar....SubhanaAllah....selawat dan salam pada junjungan Nabi, Rasulullah s.a.w. Amin...
No comments:
Post a Comment