Bawang, bawang, bawang....
Hari ini aku ingin masak apa ya? Aku tertanya dalam hatiku. Aku lihat bawang, aku ambil bawang itu dgn pisau lalu aku kupas. Aku kupas kulitnya satu persatu. Semakin banyak aku kupas bawang itu semakin airmataku mengalir, mengalir ia tanpa henti. Aku sendiri tak tahu mengapa.
Kali ini aku perhatikan bawang itu sebelum mengupasnya. Bawang, engkau ditanam dalam tanah olih situan punya kebun. Engkau sebagai penguat dedaunmu. Daunmu tubuh meninggi berwarna hijau. Bawang, kering kulitmu, kulitmu pula ada yang berwarna hitam kemerahan ada jua berwarna merah bercampur putih. Aku kupas luaranmu nampaklah aku warna kemerahanmu dgn jelas. Aku kupas lagi dan aku kupas lagi, airmataku masih mengalir akhirnya engkau bawang menjadi kecil yang berwarna putih. Airmataku masih lagi mengalir, pedih, pedih, pedih......yang terakhir yang kecil aku kupas....Engkau indah aku lihat....tersusun rapi, putih pula warnamu tidak seperti kulitnya yang sebelumnya aku kupas, merah kemerahan.
Aku menangis tapi tak bersuara, air mataku berjurai mengalir tak tahu mengapa. Aku tak tahu....ada rahsia padamu bawang.
No comments:
Post a Comment