Monday

Melawan nafsu, baiki hati..kedamaian dan ketenangan



Penduduk dunia semakin kacau bilau, semakin jauh dibawah arus, kerakusan..., ketamakkan....dan bermacam lagi....Adakah ini semua berpunca dari sifat nafsu?? Nafsu punya angkara, akal fikiran manusia pula dirosaknya. Cerdik pandai pula dibodohnya, bahkan ditipunya...Badanlah yang akan terima risiko akibat kehendak-kehendak dan tuntutan kemahuan nafsu. Mudarat dan memudaratkan, rosak dan merosakkan...... WaAllahuaalam bissawab...


Apabila nafsu amarah bermaharajalela buruklah akibatnya... marilah berusaha untuk mempertingkatkan diri kita agar kehidupan kita diredhaai olih yg Maha Suci Allah. Buanglah satu persatu sifat sifat yg keji itu jauh dari kehidupan kita seharian. Sememangnya kita manusia biasa yg lemah, dhaif dan jahil...tapi perlulah kita mempertingkatkan diri agar kita mendapat keredhaa Maha Suci Allah, perlulah berusaha utk membetulkan kekurangan pada diri kita. Buatlah yang terbaik disisi pandangan Allah. Kalau tak kita mulai bila lagi? Dah tua ? Ataupun nanti Allah memaksa diri untuk melakukanya?.......WaAllahuaalam bissawab...fikirkanlah...


Hati adalah bagian penting dari manusia yang tetap berfungsi sejak hidup didunia sampai terus di akhirat kelak. Fungsi hati tidak berhenti atau putus akibat datangnya kematian. Bagian tubuh lain seperti mata, telinga, otak dan seluruh tubuh tidak berfungsi setelah datangnya kematian. Hatilah akan dipertanggungjawapkan nanti. Disaksikan olih Mata, telinga, tangan, kaki dll... Hati yang jernih dan bersih akan membawa kita pada kehidupan yang sejahtera dan kekal selamanya di sisi Allah baik didunia maupun diakhirat.


Dunia ini hanyalah sementara.....utk dinikmati...nikmatilah dengan sebaiknya, buatlah yang the best of the best......Bayangkan apabila Allah menarik nikmat mata...apa yang bisa kita bolih buat kalau tak bisa melihat dengan pandangan mata kasar kita...gelap gulita...., hidung....tak bernafas....degupan jantung terhenti...mati...banyak lagi....tak terbilang banyaknya...



"Dan kalau kamu hitung nikmat allah, niscaya tidak dapat kamumenghitungnya." (Surah Al Nahl 16:18)

"Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak agama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan) dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya." (Surah An 'Ankabuut29 :69)




InsyaAllah, lama kelamaan tercapai jua, berjaya membuang nafsu amarah, naik lagi kesatu peringkat iaitu nafsu lawwamah dan seterusnya...berusaha dan berdoalah pada Allah yg Maha Pengampun. Ubah dan mempertingkatkan diri dengan seikhlasnya kerna Lillahi ta'ala. Ikhlas melakukan secara spontan dan tanpa rungutan tanpa alasan yang lain tapi kerna Allah..Lillahi Ta 'ala. Lakukan samada dgn mendadak atau satu persatu, kita buangkan yang tak bermanfaat itu. InsyaAllah akan berhasil dengan izin Allah yang Maha Pemurah.. Mohonlah pada Allah yg Maha Penyayang agar Kita selalu dilindunginya dan diberikan hidayah dan petunjuk utk mendekatkan diri pada yang Maha ESa. Demi kerna Maha Suci Allah, Aku hanya memberikan peringatan pada diriku sendiri dan berpesan pesan pada sahabat sahabat yang inginkan mengorak langkah menuju kedamaian hati dan ketenangan jiwa, mencari keredhaan Allah yang Maha Esa.....


================================================


Note: Maaf, tentunya ramai yang dah tahu dan arif tentang bab Nafsu. Saya hanya coretkan 3 peringkat saja untuk direnungkan dan difikirkan samada kita masih lagi disitu. Alhamdulillah kalau sudah mencapai keperingkat nafsu kamaliah....saya masih lagi belajar kalau saya silap maafkan dan harap diperbetulkan..terima kasih

 
Nafsu ammarah:
Nafsu ini mendorong manusia melakukan kejahatan. Jika berhasil melakukan perbuatan maksiat, barulah terasa puas. Manusia condong pada hasrat dan kenikmatan dunia. Minatnya tertuju pada pemeliharaan tubuh, kenikmatan selera-selera jasmani dan ego, sombong, fitnah, dusta, marah dan banyak lagi. Manusia berlomba-lomba dalam perbuatan maksiat. Seseorang yang berada di peringkat nafsu ammarah tidak peduli dengan Akhirat. Yang penting kita tinggal didunia, dunia come first, akhirat nanti bolih cakap. begitulah cara nafsu bermaharajalela..dan ingin mentakbir penghidupan diri kita. Walaupun ada juga yang mencoba berpura-pura menjadi baik tapi kebaikan itu bertujuan untuk memudahkannya melakukan kejahatan dan mencari keuntungan pribadi. Nauzubillah min zalik




Nafsu Lawwamah
Seseorang yang sudah memiliki kesadaran dan keinsafan akan menyadari bahwa kejahatan itu dosa dan kebaikan itu pahala. Ia ingin berbuat kebaikan tetapi tidak tahan lama. Ketika jatuh dalam kejahatan, ia merasa resah tak tentu arah. Walaupun merasa puas dengan kejahatan tapi hati menderita karena perbuatan itu. Meskipun begitu, terasa sangat berat untuk keluar dari kejahatan. Terjadi perebutan pengaruh antara nafsu dan hati dan akal di dalam dirinya. Nafsu mengajak kepada kejahatan sedangkan akal dan hati mengajak kepada kebaikan.......Nauzubillah min zalik



Nafsu Mulhamah
Seseorang yang berada di peringkat ini masih merasa berat ketika akan berbuat amal kebaikan. Jadi ia melakukan amal kebaikan dalam keadaan bermujahadah. Ia sanggup bermujahadah karena sudah mulai dapat merasa takut akan kemurkaan Allah dan neraka. Seseorang yang memiliki nafsu mulhamah, di dalam hatinya masih banyak mazmumah atau sifat-sifat buruk. Tapi ia sudah dapat mengenali penyakit-penyakit hati yang ada dalam dirinya, hanya saja belum sanggup melawannya. Ia mencoba beribadah dengan sabar.

Amal kebajikan yang dilakukan karena Allah, bukan karena manusia, insyaAllah amal kebaikan itu akan istiqomah. Jika amal kebaikan dilakukan karena orang lain atau karena guru, hal itu tidak akan bertahan lama. Kita hanya akan melakukannya ketika ada orang lain atau ketika ada guru saja. Jadi setiap kebajikan harus dilakukan karena Allah Lillahi Ta'ala.



Nafsu Mutmainnah
Iaitu nafsu yang tenang. Sentiasa akur dan taat pada Maha Suci Allah, dalam semua perkara..... Tuannya pula sering merujuk panduan (syariat Islam yang Allah telah sediakan) di dalam memandu kehidupannya sehari-hari sementara menunggu saat dijemput kembali mengadap yang Maha Pencipta (dirinya dan nafsunya).



Adalagi... tapi cukuplah setakat ini pada yang baru nak mulakan mempertingkatkan diri dan untuk revise semula, agar tak jemu dan membosan kita menghadapinya...dan tak juga stress dan tension...semuanya nak... buatnya belum tentu...Perlulah untuk kita bermuhasabah diri, dimana hendak bermula, dimana hendak kita memperbaiki diri. Mohonlah pada Allah, berdoalah pada Maha Suci Allah agar memberikan petunjuk.....Jangan sampai nafsu bertahta dan nafsu mempengaruhi keperibadian kita...Semoga bermanfaat...Hanya Allah saja yang Maha Mengetahui apa saja niat dihati...Allahu Akhbar....SubhanaAllah....selawat dan salam pada junjungan Nabi, Rasulullah s.a.w. Amin...

Sunday

Cukuplah Allah bagiku



HasbunaAllah wa Ni'mal Wakeel
Cukuplah Allah (menjadi penolong) kami dan Dia sebaik-baik pelindung (yang terserah kepadaNya segala urusan kami) 


Wa la hawla wa la quwwata `illa bil Lahil ‘Aliyyul ‘Adhim

Tuesday



Bawang, bawang, bawang....

Hari ini aku ingin masak apa ya? Aku tertanya dalam hatiku. Aku lihat bawang, aku ambil bawang itu dgn pisau lalu aku kupas. Aku kupas kulitnya satu persatu. Semakin banyak aku kupas bawang itu semakin airmataku mengalir, mengalir ia tanpa henti. Aku sendiri tak tahu mengapa.





Kali ini aku perhatikan bawang itu sebelum mengupasnya. Bawang, engkau ditanam dalam tanah olih situan punya kebun. Engkau sebagai penguat dedaunmu. Daunmu tubuh meninggi berwarna hijau. Bawang, kering kulitmu, kulitmu pula ada yang berwarna hitam kemerahan ada jua berwarna merah bercampur putih. Aku kupas luaranmu nampaklah aku warna kemerahanmu dgn jelas. Aku  kupas lagi dan aku kupas lagi, airmataku masih mengalir akhirnya engkau bawang menjadi kecil yang berwarna putih. Airmataku masih lagi mengalir, pedih, pedih, pedih......yang terakhir yang kecil aku kupas....Engkau indah aku lihat....tersusun rapi, putih pula warnamu tidak seperti kulitnya yang sebelumnya aku kupas, merah kemerahan.


Aku menangis tapi tak bersuara, air mataku berjurai mengalir tak tahu mengapa. Aku tak tahu....ada rahsia padamu bawang.

Ibu dan Ayah



Surah Luqman: 31:14 - 16

Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya) dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan).


Dan jika mereka berdua mendesakmu supaya engkau mempersekutukan denganKu sesuatu yang engkau dengan fikiran sihatmu tidak mengetahui sungguh adanya maka janganlah engkau taat kepada mereka dan bergaullah dengan mereka di dunia dengan cara yang baik dan turutlah jalan orang-orang yang rujuk kembali kepadaKu (dengan tauhid dan amal-amal yang soleh). Kemudian kepada Akulah tempat kembali kamu semuanya, maka Aku akan menerangkan kepada kamu segala yang kamu telah kerjakan


(Luqman menasihati anaknya dengan berkata): Wahai anak kesayanganku, sesungguhnya jika ada sesuatu perkara (yang baik atau yang buruk) sekalipun seberat bijih sawi serta ia tersembunyi di dalam batu besar atau di langit atau pun di bumi, sudah tetap akan dibawa oleh Allah (untuk dihakimi dan dibalasNya); kerana sesungguhnya Allah Maha Halus pengetahuanNya; lagi Amat Meliputi akan segala yang tersembunyi.

==========================================================================

Ibu dan Ayah


Aku menumpang dan duduk didalam perut Ibuku selama sembilan bulan sembilan hari. Disitulah tempat aku makan dan disitu jua tempat aku tidur dan membuang najis...Sungguh aku malu dan bersyukur  pada Allah dan berterima kasih jua  pada Ibu kerana sudi meminjamkan perutnya meletakkan aku didalamnya. Maha Pengasih dan Maha Penyayang Allah meminjamkan sifatnya diberikan pada Ibuku. Dengan kesanggupan itu aku dibawa kemana saja dia pergi didalam perut Ibu. Sakit peningnya hanya Maha Suci Allah saja yang tahu. Secara tak langsung Ibu sanggup bertarung nyawa utk melahirkan aku. Berat sungguh pengorbanan Ibu.. tak terbalas dik aku walau dgn apa pun.


Alhamdulillah syukur selepas aku dilahirkan... lagi berat pengorbanan Ayah dan Ibuku.. Membesarkan aku, dari kecil sehinggakan dewasa. Tak dapat aku nafikan bagaimana Ibu menyusukan aku, Ayah penat lelah tanpa menghiraukan siang malam bekerja untuk mencari rezeki yang halal untuk membesarkan anak anaknya yg tersayang. Kagum aku bila mengenangkan kembali bagaimana pengorbanan Ayah dan Ibu yang tersangatlah berat, pengorbanan jiwa raganya, masanya.. SubhanaAllah... Bersyukur aku padaMu Ya Robb..kerana Mu ..Ya Robb ehsanMu, ayah dan ibu ehsan pada aku dan membesarkan aku.


Ketika kecil apa yang dikehendaki aku, ayah dan ibu tidak pernah membantah dikasi apa saja. Kasih dan sayang yang diberi tiada batasnya. Tiada bisa aku mendapatkannya dimana mana..Ketulusan kasih dan sayangnya tiada berbelah bagi. Anak anak tidur Ibu berjaga, berjaga siang dan malam memerhatikan anak anaknya agar tidak digigit nyamok, agar tidur dgn lenaknya, Ayah pula kerja...tanpa mengenal penat.."" biarlah aku susah asalkan anak anakku sihat" itulah slogan kata kata beliau.Tiga suap makanan masok kemulut anakanak satu suap masok kemulut ibu dan Ayah..itulah pengorbanan mereka.....yang penting anak anak kenyang dulu...Begitu prihatin beliau menjaga anak anak..


Begitu sesuailah Maha Suci Allah memerintahkan agar menghormati kedua ibu dan ayah. Pengorbanan beliau terlalu berat dipikulnya. Sehinggakan Allah mengajar kita agar jgn berkata "ah" atau "cish" atau mengherdik kedua Ibu dan Ayah..SubhanaAllah...MasyaAllah kalau Ibu tidak redhaa Maha Suci Allah lagi tidak redhaa diatas apa saja perbuatan kita..Azab menanti, balasan akan diterima kelak didunia dan diakhirat.


Betapa pentingnya aku sebagai anaknya memperingati dan mengenangkan budi baik dan jasa mereka. tak terbalas dik aku..Bonding antara Ibu, Ayah dan anak tak dapat dipisahkan. Aku memerlukan Ibu dan Ayah, Ibu dan Ayah juga memerlukan aku...bukan wang ringgit tapi kasih dan sayang.


Aku sungguh tersentuh bagaimana mereka menjalani dan meniti usia senja mereka.. Tabah menghadapi segala ujian dan cabaran yang diberikan olihMu Ya Robb...SubhanaAllah...menitis air mata aku melihat dan mengenangkannya. Tak sanggup untuk aku melihatnya bagaimana beliau ditimpa sakit... aku hanya bisa berdoa padaMu Ya Robb.. memberikan yg terbaik disisi dan pandanganMU..aku berserah...


Siapalah aku ini dan tak mungkin jua aku melihat dunia ini yang bermacam ragam, kalau Ibu dan Ayah tidak sanggup memikul tanggung jawapnya....tiadalah aku.. Allah tidak akan mengeluarkan aku dialam sana...SubhanaAllah, Allahu Akhbar...masyaAllah dengan izinMu semua ini terjadi dgn "Kun fa Ya Kun"  terjadilah aku didalam rahim Ibu.


Hidup adalah seperti roda yang berpusing. Dulu aku bergelar anak, kini aku bergelar Ibu. Ibu pula sudah bergelar nenek. Dapat aku merasakan bagaimana dan betapa beratnya amanah seorang yang bergelar IBU & AYAH. Aku memohon pada Allah Yang Maha Pemberi dan Maha Penyayang maafkanlah dan ampunkanlah kedua IBU & AYAHku yang sudah lanjut usianya, lindungilah keselamatan dan kesihatan beliau dibawah nauangan ArsyMu, Berikanlah kasih dan sayangMu pada Ibu & Ayah, bagaimana Ibu & Ayah memberikan kasih dan sayangnya padaku keitka aku masih kecil dan berikanlah yang terbaik dipandangan disisiMu Ya Robb...Amin

Aku.... kini aku jua bergelar Ibu tetapi aku  sendiri tidak tahu bagaimana akan aku menjalani meniti usia senjaku....Aku hanya berharap yang terbaik dari Allah Yang Maha Quddus.. Dialah yang Maha Mengetahui...wallahualam bissawab..

========================================================================







Saturday

3K = Kedamai, ketenangan,ketenteraman



Sebuah coretan yang aku luahkan berhuruf utk aku abadikan sebagai pedoman,contoh tauladan. Sekiranya ada kesilapan maafkanlah. sekiranya ada teguran silakan comments utk kebaikkan aku dan semua pembaca.

Kesenangan didunia ini hanyalah sementara, it tidak kekal buat selama lamanya. Ia juga suatu persandiwaraan yang pelakonnya hanyalah kita sendiri. Kesenangan itu ada jua pasang surutnya, seperti ombak dan tepian pantai seperti pasang surutnya air laut dan berbagai lagi.

Apalah ada pada kesenangan dunia kalau hati tidak tenang,jiwa tidak tenteram dan tenang. Kesenangan didunia senang dicari dan didapati tapi tidak pada jiwa dan hati. Sekira jiwa dan hati tidak tenang dan tenteram apa yang dilakukan pasti semuanya tak kena. Ada saja yang salah ada saja tak betul dipandangannya dan disekelilinginya.

Hati tenteram, jiwa tenang hendaklah membersihkan  hati sebersih bersihnya. Hilangkan segala nafsu amarah demi kerna Maha Suci Allah. Berbanyakan membaca AlQuran dan berzikir pada Allah. Berdoalah pada Maha Suci Allah semoga diberikan kita hati dan jiwa yang tenang dan tenteram. Terimalah dengan redha segala ujian dan cabaran yang diberi dengan ikhlas dan terimalah dugaan itu dengan tangan yang terbuka dan berfikiran dan bersangka baik terhadap MAha Suci Allah. Tidak semudah doa itu dikabulkan tanpa diuji keikhlasan sesaorang itu. Bertawakal dan berpasrahlah terhadap apa yang Maha Suci Allah hendak berikan pada kita. Kerna kita sendiri tidak tahu dosa yang mana satu Maha Suci Allah hendak hapuskan utk membersihkan hati dan jiwa kita. Apabila diberi ujian sakit terima dan berusaha lah bagaimana utk baikkan. Apabila ditimpa muhsibah, renungankan apa yang patut dibaiki "from the root" muhasabah diri mohon pada Maha Suci Allah diberikan ilham dan petunjjuk utk memperbaiki diri. Perbaikilah diri dan pertingkatkan diri. Selainnya berserah pada Maha Suci Allah utk diuji seterusnya, terima saja dengan Alhamdulillah syukur.

Apabila kita dah ditemukan dengan kedamaian dan ketenangan jangan pula berhenti disitu. Harus berusaha utk berjalan kesatu perjalanan lagi utk mempertingkatkan diri mencati keredhaan Maha Suci Allah. Kedamaian yang abadi, Jiwa yang tenang akan khusyuk mengadap Maha Suci Allah. Kedamai  dan ketenangan yang begini hanya dapat dikecapi hanya dengan izin Maha Suci Allah. Mohonlah hanya pada Maha Suci Allah diatas apa saja yang belaku.. Allahu Akhbar... Maha Pengetahui dan Dialah, AL Khaliq.

Friday

Tiada daya aku.....



"“Laa Hau la wala quwata illa billah.”

Tiada daya dan upaya melainkan anugerah Allah s.w.t.

“Inna Lillillahi wa-inna ilai-irajiun”

Kami datang dari Allah s.w.t dan kepada Allah s.w.t kami kembali."