Firman Allah SWT dalam surah Ali-’Imran, ayat 159: "…. apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal (kepada-Nya)."
Insan yang mulia merendahkan segenap kehidupannya dengan rasa tawadhuk kepada Illahi. Menghiasi diri dan peribadi dengan cahaya kebenaran dari taman-taman Raudhah keredhaan Allah. Mencari perlindungan dan mengharap rahmatNya dengan ibadah dan amalan yang berkat, sehingga meneguk kedamaian dalam nikmat munajat bertaqarrub kepada Allah SWT.
"Biarkanlah segala sesuatu mengalir seirama taqdir.
Jangan sesekali kau tidur kecuali tetap waspada.
Saat kau kerdipkan matamu kau akan tercengang
ternyata Allah telah mengubah keadaan."
Menginsafi kejadian serta kelemahan diri sendiri merupakan amalan mulia dan terpuji. Seterusnya memperhambakan diri kepada Yang Maha Esa dengan memperbanyakkan amal ibadat setiap masa dan ketika.
Kejernihan hati nurani serta budi pekerti yang luhur menjadi benteng dalam mengharungi bahtera hidup ini. Perintah Allah dan sunnah Rasul menjadi pelita kehidupan dan pegangannya.
Seorang Penyair Berkata:
Sahabatku, demi Allah, tidak ada satu musibah pun yang kekal dalam hidup ini bagaimanapun beratnya
Jika suatu ketika ia menimpa
Janganlah anda merasa tak berdaya kerananya
Jangan pula banyak mengeluh kerana ianya pasti akan lenyap,
Betapa banyak orang terhormat yang dulunya sering tertimba musibah
namun ia tabah sampai musibah itu lenyap dan meninggalkannya
Dan saat kesabaranku muncul dalam musibah maka musibah terasa ringan.
Renungilah Syair ini:
Semoga kita tabah mengharungi dugaan hidup.