Saturday

silence is golden


Dengar kata dari kata
Ambil kata dari kata
Tapis kata dari kata
hiasi kata dari kata
Indah bila kata berkata dalam kata berkata

kata kata tanpa berkata kata
tiada bahasa dari kata berkata
Sungguh indah tiada berkata kata
lidah kelu dari kata berkata
Mengalir kata berkata rahsia kata berkata

SILENCE WITH ZIKRULLAH

Tuesday

Bertawakkal dan berserah


Firman Allah SWT dalam surah Ali-’Imran, ayat 159: "…. apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal (kepada-Nya)."


Insan yang mulia merendahkan segenap kehidupannya dengan rasa tawadhuk kepada Illahi. Menghiasi diri dan peribadi dengan cahaya kebenaran dari taman-taman Raudhah keredhaan Allah. Mencari perlindungan dan mengharap rahmatNya dengan ibadah dan amalan yang berkat, sehingga meneguk kedamaian dalam nikmat munajat bertaqarrub kepada Allah SWT.


"Biarkanlah segala sesuatu mengalir seirama taqdir.


Jangan sesekali kau tidur kecuali tetap waspada.


Saat kau kerdipkan matamu kau akan tercengang


ternyata Allah telah mengubah keadaan."



Menginsafi kejadian serta kelemahan diri sendiri merupakan amalan mulia dan terpuji. Seterusnya memperhambakan diri kepada Yang Maha Esa dengan memperbanyakkan amal ibadat setiap masa dan ketika.

Kejernihan hati nurani serta budi pekerti yang luhur menjadi benteng dalam mengharungi bahtera hidup ini. Perintah Allah dan sunnah Rasul menjadi pelita kehidupan dan pegangannya.

Seorang Penyair Berkata:
Sahabatku, demi Allah, tidak ada satu musibah pun yang kekal dalam hidup ini bagaimanapun beratnya
Jika suatu ketika ia menimpa
Janganlah anda merasa tak berdaya kerananya
Jangan pula banyak mengeluh kerana ianya pasti akan lenyap,
Betapa banyak orang terhormat yang dulunya sering tertimba musibah
namun ia tabah sampai musibah itu lenyap dan meninggalkannya
Dan saat kesabaranku muncul dalam musibah maka musibah terasa ringan.
Renungilah Syair ini:

 Semoga kita tabah mengharungi dugaan hidup.

Tawakkal


Firman Allah swt: “barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah pasti Allah membuat baginya suatu jalan keluar dari kesusahan dan memberikannya rezeki melalui jalan yang tidak disangka sangka”. (surah al Thalaq :2-3)


Batas-batas tawakkal itu ialah menyerahkan seluruh kehendak hati kepada Allah dengan cara berserah diri dengan Allah dan putus harapan yakni tidak mengharap sesuatu apa apa pun dari selain Allah swt.

Batas-batas tawakkal ialah menjaga hati agar hanya dapat ditujukan kepada Allah semata, dalam menentukan mana yang baik dengan tidak menggantungkan hati kepada apa apa pun selain dari Allah swt.

“CARILAH KURNIA ALLAHswt.”

(petikkan dari buku Minhaj Al’Abidin – authur Imam Al Ghazali)

Semoga rahmat dan kesejahteraan tercurah keharibaan junjngan kami Nabi Muhammad s.a.w, sebagai Rasul dan kekasih Allah. Engkau laksana matahari dan bulan purnama, Engkaulah cahaya diatas segala cahaya....Selawat dan salam pada junjungan Nabi Muhammad s.a.w. dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com

Wednesday

Ya Allah...sampaikan selawat dan salamku pada kekasihMu..Nabi Muhammad s.a.w...Sollallaahu ‘alaa Muhammad, Sollallaahu ‘alaihi wasallam.



Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dengan pujian yang meliputi segala nikmatNya dan mencukupi segala tambahan nikmayNya. Ya Allah! bagiMu segala puji sebagaimana keAgunganMu. Segala puji bagiMu yang telah menciptakan diri ini yang memberikan rezeki, hidayah, ilmu, menyelamatkan dan memberikan jalan keluar dari segala kesulitan...Allahu Akhbar...Allah Allah Allah Hu



Demi masa yang berlalu dengan begitu cepat dan pantas dengan tidak disedari. Jiwa ini bertanya sendiri adakah diri telah mengisikan masa yang berlalu itu dengan berfaedah dan bermanfaat pada diri ini dan pada mereka? Adakah diri ini telah membiarkan masa itu berlalu dengan begitu saja tanpa melakukan sesuatu pada diri ini dan juga disekeliling yang ada?

Ya Allah ...Dikau selalu menuntun diri ini, Dikau selalu memperhatikan diri ini...Setelah sekian lama Dikau menuntut diri ini, dikau tetap sabar kerna Dikau, Maha Penyabar, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dikau tidak jemu jemu menuntun jiwa dan hati insan ini. Dikau sangat mengetahui apa saja terdetik dihati jiwa insan ini, setiap gerak yang terlintas pasti Dikau ketahui, Dikau, Maha Mengetahui serta Maha Mengurus, mengurusi segala urusan dunia dan akhirat mengikut kehendakMu yang terbaik disisiMu.

Insan inilah yang buta dan buta untuk melihat dan membuka mata hati ini...Alhamdulillah, namun insan ini bersyukur kerna Dikau belum mengunci dan menutupi mata hati ini. SubhanaAllah... Alhamdulillah.. Allahu Akhbar... Dikau, Maha Besar, Maha Agung, Maha Perkasa, Maha Suci Allah, Dikaulah tempat jiwa insan ini bergantung dan berharap. Hanya padaMu diri ini berserah kerna diri ini tiada daya...cukuplah hanya Dikau pelindung dan penghibur diri ini. Malu...malu diri ini padaMu kerna tak mampu untuk membalas dan membayar kembali segala nikmat kurniaanMu. Terlalu banyak nikmat kurniaanMu untuk dimanfaatkan. KeEhsananMu terhadap diri ini membuat diri ini malu padaMu dan malu pada Rasulullah s.a.w...

Kesedaran yang Dikau berikan akan dimanfaatkan untuk memperbaiki diri dan berusaha setiap detik dan masa yang akan menjelang...Masa yang ada selagi hayat dikandung badan itulah yang akan diri ini laksanakan sebaik mungkin mengikut yang terbaik disisiMu agar mendapat keRedhaanMu serta rahmatMu.


Allahumma solli wasallim ‘alaa sayyidinna Muhammadin wa’alaa aalihii ’adada kamaalillahi, wakamaa yaliiqu bikamaalih...Amin.

Alhamdulillah, bersyukur dan berterima kasih padaMu, Ya Allah! Maha Suci Allah, Dikau telah mengurniakan kami Nabi-Nabi serta Rasul-Rasul. Bersyukur padaMu kerna jiwa insan ini menjadi umat Nabi Muhammad s.a.w diakhir zaman ini dan jiwa insan ini sangat berbahagia jiwa dan raga... Ya Habibullah! dikaulah laksana matahari dan bulan purnama, Dikaulah cahaya diatas segala cahaya. Ya Habibullah idolaku, mentorku, Jejak langkahmu serta sunnah sunnahmu diri ini jadikan panduan serta motivasi untuk melalui perjalanan kehidupan seharian kehidupan jiwa insan ini. Al-Quran serta sunnahmu, dijadikan teman setia dan kamus rujukkan.


Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dengan pujian yang meliputi segala nikmatNya dan mencukupi segala tambahan nikmatNya. Ya Allah! bagiMu segala puji sebagaimana keagunganMu. Ya Allah! Semoga rahmat dan kesejahteraan tercurah keharibaan junjungan Nabi Muhammad s.a.w, keatas keluarganya dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah!...Sampaikanlah selawat dan salam jiwa ini...Ya Habibullah! kapan jiwa ini dapat bertemu dengan mu? Jiwa insan ini serahkan pada Maha Suci Allah...Ya Allah! Dikau lebih mengetahui apa yang tersemat dan tersirat di sanubari hati ini...Ya Allah...Ya Rahhman, Ya Rohim, Ya latiff, ....Ya Rabbul Alamin!...Amin...Amin...Amin.



Selawat dan salam utk Rasulullah s.aw. Ya Habibullah! Sollallaahu ‘alaa Muhammad, Sollallaahu ‘alaihi wasallam.

Dengan nama Allah s.w.t. yang Maha Agung, Maha Esa, Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pemberi Manfaat, Maha Bijaksana lagi Maha Teliti serta Maha Mengetahui, Segala Puji-pujian serta KebesaranNya yang selayakNya. Ketenangan dan Ketenteraman yang tidaklah tersembunyi kepada orang yang pernah menyebut nama Maha Suci Allah serta mencintai-Nya.




 Coretan yg berupa huruf meluahkan betapa rindunya jiwa ini terhadap Rasulullah s.a.w. Rindu teramat Rindu jiwa ini pada Maha suci Allah dan Rasulullah s.a.w. Rindu teramat rindu sehingga mengalir airmata kesyaduan mengenangkan jasa Baginda, betapa Baginda menyayangi umatnya memberikan syafaat dipadang mahsyar nanti,


Mengalir airmata ini mengenangkan bagaimana Baginda dicaci, dihina, direjam dgn batu olih musuhnya berdarah kepala.... Dikau tidak membalasnya, dikau sabar, dikau terlalu penyabar. Dikau pemalu orangnya. Kehidupanmu  begitu sederhana. Lembut bila berbicara, ketawaMu adalah senyumMu, tidak pemarah. Dikau mengatasi permasaalahan dengan tenang, sifat tawadhuMu, akhlakMu begitu mulia sekali.... hadirnya dirimu Ya Rasulullah s.a.w sebagai contoh tauladan dan Idola yang terbaik bagi kami dan tiada bandingannya sehingga hari ini , tak mungkin bisa ketemu semulia sepertiMu dimana mana tika dan saat ini.
  
Sesangatlah beruntung jiwa ini kerna dilahirkan dibumi Allah s.w.t yang barokah ini dan menjadi umat Nabi Muhammad s.a.w. Ya Habibullah! Dikaulah pujaan hatiku, penawar hatiku, penyejuk jiwaku dan menjadi motivasi kehidupan seharianku.
  
Akhlak budi perkertimu membuat jiwai ini ingin berakhlak sepertimu. Ya Habibullah! Begitu jua jiwa ini terasa malu pada Maha Suci Allah , malu jiwa ini kerna tak bisa mengikuti kesemua jejak langkahmu serta sunnah sunnahmu, namun diri ini bersyukur masih bisa mengikuti sunnah sunnahmu dimana yang termampu utk dilakukan mengikut kemampuan diri itupun dengan izin Maha Suci Allah yang Maha Esa...Hanya Maha Suci Allah yang mengetahui dan hanya pada Maha Suci Allah jiwa ini berserah dan bertawakkal.

 Selawat dan salam buatmu, Ya Habibullah! Sollallaahu ‘alaa Muhammad, Sollallaahu ‘alaihi wasallam. Kalau namamu tak ku sebut tak keharuan aku dibuatnya, Sungguhlah nyata ketenangan dapat dirasakan setiap saat mengingatimu. Semakin hari semakin merindu teramat rindu rindu, teramat rindu padamu. Ya Rasulullah! Ya Habibullah! Ya Rosuullallaahi salaamun’alaiik.
  
Mengakhiri luahan berupa huruf ini....Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dengan pujian yang meliputi segala nikmatNya dan mencukupi segala tambahan nikmatNya. Ya Allah! bagiMu segala puji sebagaimana keagunganMu. Ya Allah! curahkan rahmatMu kesejahteraan keatas junjunngan kami Nabi Muhammad s.a.w, keatas keluarganya dan para sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Sampaikanlah selawat dan salam jiwa ini, Ya Allah!...Ya Rabbul Alamin...Amin...Amin...Amin.