Tuesday

Menuntut ilmu wajib atas setiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah




"Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. " ( AL HASYR : 59: 21-24)

============================================================

Ilmu wajib dipelajari. Ilmu tersangat penting dalam kehidupan seharian. Tanpa ilmu bagaimana untuk beribadah. Ilmu dan ibadah bergading seirama untuk mempertingkatkan diri. Tanpa ilmu kita akan ketinggalan kebelakang tanpa Ibadah kita akan muflis diakhirat nanti. Ilmu yang ada hanya diibaratkan setitik air saja. Ilmu Allah tersangat lah luas.


Maha Suci Allah, Maha Bijaksana, Allah lah yang Maha Mengetahui kalau dibandingkan dgn kita manusia.... terlalu Kerdil, dhaif, jahil,  tiada daya dan upaya... kerana itu manfaatkan ilmu yang sedia ada dan timbalah ilmu  untuk bekalan dihari nanti.


Mengetahui,  mempelajari dan mengamatinya dan mempractikkannya ada tidak sama, ia berbeda sama sekali. Ilmu yang dipelajari haruslah diamati untuk pengetahuan dan bekalan dihari  nanti. Apabila telah mengetahuinya haruslah dipractikkan. Apabila mempractikkan barulah kita dapat menguasai ilmu yang ada. Barulah dinamakan kita berjaya menimba ilmu yang telah diberikan atau dipelajari. Ilmu itu akan tersemat didada.


Maka apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, dia segera berdoa kepada Kami; kemudian apabila Kami memberikannya sesuatu nikmat (sebagai kurnia) dari Kami, berkatalah dia (dengan sombongnya): Aku diberikan nikmat ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku. (Tidaklah benar apa yang dikatakannya itu) bahkan pemberian nikmat yang tersebut adalah ujian (adakah dia bersyukur atau sebaliknya), akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat itu). (39:49)


Nampak mudah, tapi taklah semudah itu. Kita memerlukan keikhlasan, ketabahan, kesabaran, istiqomah dalam menjalani tahap tahap pembelajaran dan practical nya, semua ini kerna Lillahi Ta'ala.  Demi kerana Allah yang Maha Esa bukan kerna lain lain walaupun sibiji zaarah nilainya. InsyaAllah dengan izin Allah yang Maha Pemberi Petunjuk akan menunjjukkan jalannya dan kita akan terbimbing. SubhanaAllah.. yaqinlah dengan Allah yang Maha Pengampun dan Maha Pemberi Petunjjuk hanya pada Dialah dan izinnya terletak segala galanya. Kita perlu menjalan usaha, tawakkal, berserah dan Qanaah.


InsyaAllah.....yaqinlah....semoga Maha Suci Allah mengizinkan, agar mudah dan senang untuk kita lalui dan menghadapi ujian ujianNya, iaitu ujian dari Allah yang Maha Mengetahui. Semoga kita dilindungi keselamatan dan kesihatan olih Allah, Maha Pelindung lagi Maha Pengurus semesta alam.... Amin


Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar. (HR. Bukhari)

Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. (HR. Muslim)


=======================================================================
Ilmu

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al Ashr, 103 : 1-3)


Ilmu datang sebelum perbuatan (Al-Ilm qobla al amal). Kita harus mengetahui hukum sebelum kita membawanya ke dalam sebuah perbuatan, ini termasuk jihad.


“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (QS At Taubah, 9 : 46)


Maka mereka yang ingin mendapatkan ridho Allah, perlu mempersiapkannya dan melihat dimana ilmu sedang berputar, walaupun itu berarti kita harus bepergian jauh.

Rasulullah SAW bersabda : ‘Siapa saja yang pergi untuk mencari ilmu, Allah akan mempermudahnya jalan menuju jannah”.

Al-Ilm adalah lawan dari Al-Jahl – bodoh. Jahl adalah pada saat seseorang benar-benar kosong dari ilmu. Pada saat kita mencari ilmu kita ingin mengisi kebodohan kita itu dengan ilmu, yang nantinya disebut dien Islam.


Salah seorang Shahabat berkata bahwa ‘Ilmu bagi kita adalah Dien’. Maka pada saat kita berkata mencari ilmu, walaupun jika itu sejauh ke negeri China untuk mencarinya,
Ilmu adalah dien – apa yang Allah SWT dan Muhammad SAW katakan. Kita harus mempunyai ilmu tentang apa yang Allah inginkan dari kita – apa yang diridhoi olehNya, apa yang Dia turunkan untuk kita; dan pada saat yang sama itu adalah frdhu bagi kita. Ada dua jenis ilmu


Fardul Ain – itu bukan untuk semua perkara. Tak seorangpun bisa mengatakan dia mengetahui segala sesuatu karena hanya Allah yang mengetahui segala sesuatu, dan tidak seorangpun yang pernah menandingi ilmu Rasulullah SAW atau semua Shahabat. Maka kita tidak bisa mengatakan itu kecuali kita mempunyai semua pengetahuan, dimana itu akan menyebabkan kita berdosa. Imam Ali berkata bahwa ilmu yang kita miliki dibandingkan dengan apa yang kita ketahui dan tidak ketahui, sebanding dengan pada saat kita meletakkan sebuah jarum di lautan dan apa yang jatuh itulah ilmu yang kita miliki.

Orang-orang akan mengatakan , ‘Aku tidak bisa mencari ilmu karena aku sedang berperang’, tetapi Imam Syafi’i berkata bahwa ilmu itu adalah fardhu atas kita tentang apa yang harus diketahui dari dien ini, ini adalah isu yang tidak diperselisihkan diantara mereka.

Dia telah memberikan sebuah balasan yang besar atas orang-orang yang hanya duduk dan tidak melakukan apapun. Maka siapa saja yang berperang di jalan Allah itu lebih baik daripada hanya berdiam diri saja. Maka kita seharusnya tidak berfikir bahwa jihad adalah berperang saja, tetapi itu termasuk berbicara dengan ilmu. Itu berarti pergi untuk mencari ilmu.


=============================================================