Tuesday

Sakit itu nikmat kurniaan Illahi



Kali ini aku diuji sekali lagi dgn sakit yg terlalu dan teramat sakit. Saakitnya bukan kepalang, tak tahan aku dibuatnya. Tak bolih bangun, tak bolih jalan, Kalau jalan terbongkok bongkok. Kesian pula aku melihat Ibu dan Ayah tak dapat aku uruskan. Suamiku terpaksa ambil cuti. Anakku diasarama, pulangnya dijemput olih suamiku, tidak seperti biasa. Selalunya akulah yang menjemputnya pulang. Setibanya dia dirumah dia meluru menuju kebililkku, didakapnya aku dan mencium aku. “Abang sayang emak”, sambil memelukku, itulah kata katanya yg selalu aku dengar. Sejuk dan terindah katanya membuat aku tak terasa sakit sebentar. Anakku yg kedua pulang dari Singapura menjenguk aku, mmm hilang rindu dan sakitku sekejap. Pokok timunku yg aku tanam pun kering. Aku menahan sakitku dengan berbagai cara agar tidak merasa sakit kerna tidak mahu menunjjukkan pd mereka yg aku sayang yang aku teramat sakit.


Perutku bisa teramat sangat sehingga suamiku tak tahan mellihatnya, dia membawa aku keclinic. Doktor menasihatkan agar aku berehat dan makan ubat. Seperti biasa aku tak suka makan ubat tetapi aku telan jua ubat yg pahit itu.Didalam hatiku berkata kata sakit itu ada hikmahnya. Lihat dan perhatikan dan analisa apa yang akan terjadi. Aku mencari huraian yg tersimpul itu. Padaku yg baik jadikan contoh tauladan dan yang buruk dijadikan sempadan agar aku berwaspada.



Alhamdulillah. Bersyukur aku pada Maha Suci Allah dan berterima kasih aku padaNya kerna memberikan nikmat sakit yang mempunyai banyak hikmahnya. Kini aku lebih menerima apa saja yang diberikan olih Maha Suci Allah. Aku pasrah dan bertawakal padaNya, kerna itulah tuntutanNya.

“Laa Hau la wala quwata illa billah.”
Tiada daya dan upaya melainkan anugerah Allah s.w.t.
“Inna Lillillahi wa-inna ilai-irajiun”
Kami datang dari Allah s.w.t dan kepada Allah s.w.t kami kembali



Sebagai hamba Allah, aku kenalah redha dan terima ujian yang diberikan walaupun ia pahit utk aku melaluinya. Hati ini berkata lagi kenapa apabila mendapat kesenangan, kita rasa gembira dan bila ditimpa kesusahan kita mengeluh. Kini aku sedar disebalik sakit atau musibah yang diberi bukanlah kebencian Maha Suci Allah pada kita, malahan ia adalah satu nikmat, nikmat yg terselindung, dimana hanya Maha Suci Allah saja yang tahu. SubhanaAllah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa illahaillaAllah, Laa Hau la wala quwata illa billah. Inna Lillillahi wa-inna ilai-irajiun.




Setiap perjalanan ada perhentiannya, setiap itu aku dibuai liku perjalanan




Setiap perjalanan pastinya ada perhentian dan setiap perhentian itu pasti ada titik utk rehat, merenung correct it dan amalkan. Contoh tauladan diamalkan dengan ditambah kebaikkannya dan ikhtibar di jadikan sempadan agar tidak dilakukan lagi. Renungkan dimana salahnya, kekurangannya dan memperbetulkan agar ia tidak belaku lagi dan dibuang begitu saja.

Amalkan yg terbaik secara istiqomah utk kebaikkan didunia dan diakhirat. Lakukan yang terbaik dari sudut pandangan disisi Maha Suci Allah bukan diatas hawa dan nafsu, insyaAllah akan ketemu kebahagiaan. Kedamaian yang abadi.



Perjalanan yang terhenti itu mempunyai seribu erti dan hikmah, Agar ia tidak berpatah balik melakukan apa yang telah dikerjakan sia sia dan merugikan. Semoga perjalanan yang terhenti itu bisa membawa seirbu pengertian dan bekalan utk melanjutkan satu lagi perjalanan yang belum tentu pasti kemana arahnya. Semoga bekalan yang dibawa itu bisa dibawa lagi kesuatu lagi perjalanan. Berserah dan tawakal hanya pada Maha Suci Allah dan berusaha seberapa yang termampu kerna hanya dengan izin Maha Suci Allah, kita bisa mampu kedestinasi yang dituju. Berfikir baik dan berfikiran positive pada setiap apa yang dilakukan dan jgn sampai bersangka buruk ia sangat merugikan.



Semoga Maha Suci Allah melindungi setiap apa yang aku lakukan, kerna Dia, Al Muhaimin, kerna itu hanya padanya aku berlindung.Aku tidur tapi tidak Maha Suci Allah, Dia, Al Basiir dan As Samiik, melihat dan mendengar diatas apa yang aku tidak dapat melihat dan mendengar. Aku lemah tapi tidak Maha Suci Allah, Dia Maha Perkasa, Al Aziz. Aku tidak mengetahui tapi Maha Suci Allah tahu, kerna Dia, Maha Mengetahui, Al Aliim, yang nyata dan yang batil. Dia lah Raja, Al Malik, pada seluruh alam semesta ini dan mempunyai kuasa, kerna Dia, Maalikul Mulk dan Al Majiid, yang Maha Mulia, dimana aku begitu kerdil serta dhaif. Maha Suci Allah, 24/7=360 days menuntun aku, Dikau begitu dekat lagi dekat dari urat leherku, Dikau membuat aku malu padamu, Ya Allah. Malu diatas kejahilan, kedhaifan, kelalaian aku, kerna itu aku memohon padaMu, Ya Maha Quddus membimbing aku kejalan yang lurus lagi Dikau redhaai dan bukan kejalan yang Dikau murka lagi sesat. Hanya padaMu aku memohon pelindungan dari jalan kebutuhan menghadapi hari hari yang mendatang. hanya Dikau dan dengan izin Dikau yang Maha Penyelamat, As Salaam, bisa membangunkan aku dari tidurku, kejatuhan aku, kelalaian aku, kedhaifan aku,kejahilan aku. Hanya dengan izinMU, YA MAHA QUDDUS, aku bisa berazam utk memperbaiki diri dari kelemahan yang ada pada diriku, kerna kehidup perjalananku dan takdir perjalanan kematianku, ada terletak dikekuasaan MU, yang Maha Esa..



Apa dah jadi ikut kata --- hati??? otak???? nafsu??????





Aku bukanlah ustazah dan bukan juga asatizah. Aku hanyalah insan biasa, insan yang fakir yang tak punya apa apa. Aku adalah hamba Allah yang mencari keredhaan serta rahmatNya. Banyak kekurangan serta kedhaifan yang ada pada diriku. Dari itu aku berazam utk mempelajari dan memperbaiki diri serta menghalusi setiap apa yang aku pelajari. Semoga dengan izin Maha Suci Allah akan aku cuba sedaya yang termampu olih diri ini utk memperbaiki diri. Berbekalkan dengan kesabaran dan ketabahan hati akan aku jalani setiap liku liku kehidupan yang mencabar ini. Apa yang aku coretkan dalam halaman teratakku ini hanyalah sebagai berpesan pesan pada diriku agar tidak aku lalai, alpa etc...kerna aku sedar akan kekuranganku.



Sebagaimana aku keluar mempelajari ilmu Allah yang luas ini masih banyak lagi yang harus ditempohi. Rakus akan ilmu ilmu yang ada. Aku sendiri bertanya pada diriku, apa yang telah aku lakukan, rakus terhadap ilmu ilmu Allah tetapi berapa banyak dan rakusnya aku mengamalkanya? Kemana pergi aku simpan ilmu ilmu itu? Dimana aku letakkannya? Sejauhmana telah aku mengamalkannya? Begitu aku pergi belajar kesana kesini ...tetapi sudahkah aku mengamalkannya, berapa banyak yang telah aku dapat memperbaiki diri dan sudahkan diri ini perbaiki diri sepertimana apa yang aku pelajari?



Otak aku buntu, jawapannya tidak. Otak aku tidak bisa menerima kesemua yang dipelajari, otak ku hanya bisa mengambil 12% dari apa yang dipelajari yang lain hilang menjadi angan angan. Dalam 12% ini berapa saja yang aku bisa mempratikkannya? Itulah yang selalu tertanya olih Jiwaku. Jiwa aku memberontak tak keharuan kerana terlalu banyak, kenapa harus rakus ya????



Kini aku sedar akan kelemahan dan kekurang diriku. Take one at a time, pratikkan, istiqomah melakukkan dgn tekun, baru tambah lagi satu. Itulah dia ilmu dan Ibadah bergadingan antara satu sama lain. Ia memerlukan sesama seperti seiringan dan seirama.
Ibadah tanpa ilmu akan merosakkan ibadah itu, ilmu tanpa ibadah pula akan merugikkan kerna apabila berilmu dan tidak mempractikkan kita lalai dan cuai. Begitu juga terjadinya ikut ikutan. Kita akan sombong dengan ilmu yang kita ada.












Jika ilmu dan ibadah itu digadingkan menjadi seiringan dan kita istiqomah melakukan dengan tekun kita akan merasakan kemanisannya, tiada jemu dan tiada penat. Nikmatnya melakukan sesuatu ibadah dengan ilmu yang ada, itulah rahmat Maha Suci Allah, Kerna ibadah itu kita lakukan hanyalah untuk Maha Suci Allah serta mencari keredhaan Maha Suci Allah. Ikutilah Contoh tauladan Junjungan kita Rasullullah, Nabi Muhammad s.a.w. Idola untuk dunia dan untuk akhirat. Selawat dan salam untuk Baginda.